Rabu 08 Jul 2026 19:00 WIB

Seabad Bang Ali, Mengenang Jejak Sang Pembaharu Jakarta

TIM gelar pameran 100 tahun Ali Sadikin.

Rep: Prayogi/ Red: Edwin Dwi Putranto

Pengunjung mengamati karya mural dalam Pameran Peringatan 100 Tahun Ali Sadikin di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (8/7/2026). Pameran ini menghadirkan perjalanan hidup dan kiprah Bang Ali dalam membangun Jakarta. (FOTO : Republika/Prayogi)

Berbagai arsip dan dokumentasi ditampilkan untuk mengingat kembali kebijakan Ali Sadikin yang mendorong berkembangnya ruang-ruang kesenian dan kebudayaan di ibu kota. (FOTO : Republika/Prayogi)

Pengunjung diajak menyimak instalasi visual yang menggambarkan perubahan Jakarta pada masa kepemimpinan Ali Sadikin, ketika pembangunan kota berjalan beriringan dengan penguatan identitas budaya. (FOTO : Republika/Prayogi)

Pameran menghadirkan beragam karya mural, fotografi, dan dokumentasi sejarah yang memperlihatkan perjalanan Jakarta dari masa ke masa melalui perspektif kepemimpinan Bang Ali. (FOTO : Republika/Prayogi)

Taman Ismail Marzuki menjadi salah satu warisan penting era Ali Sadikin yang hingga kini tetap menjadi pusat aktivitas seni, budaya, dan kreativitas masyarakat. (FOTO : Republika/Prayogi)

Melalui pameran ini, generasi muda diajak mengenal lebih dekat sosok Bang Ali beserta gagasannya dalam membangun kota yang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga kaya akan kehidupan seni dan budaya. (FOTO : Republika/Prayogi)

Pengunjung mengamati sejumlah karya pada Pameran Peringatan 100 Tahun Ali Sadikin di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. (FOTO : Republika/Prayogi)

Pameran Peringatan 100 Tahun Ali Sadikin berlangsung hingga 14 Juli 2026 di Taman Ismail Marzuki, menjadi ruang refleksi atas warisan kepemimpinan yang masih memberi pengaruh bagi perkembangan Jakarta hingga saat ini. (FOTO : Republika/Prayogi)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pameran Peringatan 100 Tahun Ali Sadikin di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, mengajak masyarakat menelusuri kembali warisan pemikiran dan kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta periode 1966–1977.

Melalui mural, arsip, foto, dan instalasi visual, pengunjung diajak memahami peran Bang Ali dalam membentuk wajah Jakarta sebagai kota yang memberi ruang bagi seni, budaya, dan kreativitas.

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement