Rabu 15 Jul 2026 19:30 WIB

Fenomena Rashdul Kiblat Jadi Momentum Meluruskan Arah Kiblat Tempat Ibadah

Kementerian Agama mengajak umat Islam memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat.

Red: Edwin Dwi Putranto

Pengurus DKM Al Wasilah mengukur arah kiblat menggunakan alat tradisional di Kampung Cintarasa, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (15/7/2026). Pengukuran dilakukan saat fenomena Rashdul Kiblat, ketika Matahari berada tepat di atas Kabah sehingga bayangan benda tegak dapat dijadikan acuan penentuan arah kiblat. (FOTO : ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Proses pengukuran dilakukan di area terbuka agar sinar Matahari mengenai penanda secara langsung. Fenomena Rashdul Kiblat hanya terjadi dua kali dalam setahun dan menjadi metode astronomi yang dikenal memiliki tingkat akurasi tinggi untuk memverifikasi arah kiblat. (FOTO : ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Petugas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Barat mengarahkan kompas saat mengukur arah kiblat pada Gerakan Nasional indonesia Berkiblat 2026 di Masjid Nurul Huda Desa Kampung Belakang, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Rabu (15/7/2026). Kementerian Agama mengajak masyarakat memanfaatkan fenomena Istiwa Azam atau Rashdul Kiblat pada 15–16 Juli 2026 pukul 16.27 WIB untuk memverifikasi, mengkalibrasi, dan meluruskan arah kiblat sebagai acuan pelaksanaan shalat. (FOTO : ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Masyarakat mengikuti proses pengukuran arah kiblat sebagai bagian dari edukasi ilmu falak. Selain menggunakan peralatan sederhana, pengukuran juga dapat dilakukan dengan memastikan permukaan datar, benda tegak lurus, dan cuaca cerah saat waktu Rashdul Kiblat berlangsung. (FOTO : ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Dua kali dalam setahun, umat Islam mendapat kesempatan istimewa untuk memastikan arah kiblat secara akurat tanpa memerlukan peralatan canggih. Melalui fenomena astronomi Rashdul Kiblat atau Istiwa A'zam, saat Matahari berada tepat di atas Ka'bah, bayangan benda tegak dapat dijadikan acuan untuk memverifikasi dan meluruskan arah kiblat rumah maupun masjid.

Momentum ini dimanfaatkan masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Tasikmalaya dan Aceh Barat, sebagai bagian dari Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 yang diinisiasi Kementerian Agama.

sumber : Antara Foto
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement