Selasa 28 Jul 2026 20:30 WIB

Kabut Asap Selimuti Palangka Raya, Dampak Karhutla Kian Terasa

Kabut asap karhutla ganggu aktivitas warga Palangka Raya.

Red: Edwin Dwi Putranto

Pengendara melintas di Jalan Adonis Samad yang diselimuti asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (28/7/2026). Kabut asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya tersebut merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan buruknya kualitas udara yang dapat mengganggu kesehatan. (FOTO : ANTARA FOTO/Auliya Rahman)

Pesawat komersial bersiap melakukan penerbangan ditengah polusi asap di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Menurunnya kualitas udara akibat asap berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan. (FOTO : ANTARA FOTO/Auliya Rahman)

BPBD Kota Palangka Raya mencatat kebakaran hutan dan lahan hingga 26 Juli 2026 mencapai luas sekitar 54,44 hektare. Petugas terus melakukan upaya pemadaman dan pemantauan titik api untuk mencegah kebakaran meluas di tengah musim kemarau. (FOTO : ANTARA FOTO/Auliya Rahman)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA -- Kabut asap menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut menyebabkan kualitas udara memburuk dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, hingga 26 Juli 2026 luas lahan yang terbakar mencapai 54,44 hektare dalam 109 kejadian.

sumber : Antara Foto
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement