Kamis 30 Jul 2026 23:45 WIB

Profesional Keuangan Pentaskan Ketoprak Sultan Agung demi Pelestarian Budaya

Direktur BCA pentaskan ketoprak Sultan Agung di Gedung Kesenian Jakarta.

Rep: Thoudy Badai/ Red: Edwin Dwi Putranto

Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Antonius Widodo (tengah) mementaskan ketoprak berlakon Sultan Agung: Harga, Tahta, dan Cinta di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta, Kamis (30/7/2026). Pertunjukan dengan cerita perjuangan Sultan Agung Hanyokrokusumo dalam melawan kekuasaan VOC di Batavia tersebut digelar oleh Komunitas Ketoprak Financial dalam rangka pelestarian budaya serta kegiatan sosial yang melibatkan para profesional dari sektor keuangan, BUMN, dan media. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlingungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan (kanan) bersama Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno (tengah) saat mementaskan ketoprak berlakon Sultan Agung: Harga, Tahta, dan Cinta. Pementasan mengangkat kisah perjuangan Sultan Agung Hanyokrokusumo dalam menghadapi kekuasaan VOC di Batavia, yang menjadi salah satu babak penting dalam sejarah perlawanan Nusantara. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Pertunjukan digelar oleh Komunitas Ketoprak Financial, komunitas seni yang beranggotakan para profesional dari sektor keuangan, BUMN, media, dan berbagai bidang profesi sebagai bentuk pelestarian seni tradisional. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlingungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan (kiri), Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Antonius Widodo (kedua kanan) Direktur Strategic Business Development dan Portfolio PT Telkom Indonesia Seno Soemadji (kedua kiri) dan Produser Eksekutif Pagelaran Ketoprak Financial Sultan Agung, Eko B. Supriyanto (kanan) menyapa penonton saat akan mementaskan ketoprak berlakon Sultan Agung: Harga, Tahta, dan Cinta di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta, Kamis (30/7/2026). Pertunjukan dengan cerita perjuangan Sultan Agung Hanyokrokusumo dalam melawan kekuasaan VOC di Batavia tersebut digelar oleh Komunitas Ketoprak Financial dalam rangka pelestarian budaya serta kegiatan sosial yang melibatkan para profesional dari sektor keuangan, BUMN, dan media. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Selain menjadi ruang ekspresi budaya, pementasan ketoprak tersebut juga memiliki misi sosial melalui kolaborasi lintas profesi untuk menjaga keberlangsungan kesenian tradisional agar tetap hidup di tengah masyarakat modern. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Haryanto T Budiman (kiri) mementaskan ketoprak berlakon Sultan Agung: Harga, Tahta, dan Cinta di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta, Kamis (30/7/2026). Pertunjukan dengan cerita perjuangan Sultan Agung Hanyokrokusumo dalam melawan kekuasaan VOC di Batavia tersebut digelar oleh Komunitas Ketoprak Financial dalam rangka pelestarian budaya serta kegiatan sosial yang melibatkan para profesional dari sektor keuangan, BUMN, dan media. Kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dalam mendukung dan melestarikan budaya Indonesia dengan mengambil peran untuk memeriahkan acara Ketoprak Financial tersebut. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Para pemeran Ketoprak Financial mementaskan ketoprak berlakon Sultan Agung: Harga, Tahta, dan Cinta di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta, Kamis (30/7/2026). Pertunjukan dengan cerita perjuangan Sultan Agung Hanyokrokusumo dalam melawan kekuasaan VOC di Batavia tersebut digelar oleh Komunitas Ketoprak Financial dalam rangka pelestarian budaya serta kegiatan sosial yang melibatkan para profesional dari sektor keuangan, BUMN, dan media. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komunitas Ketoprak Financial kembali menghadirkan pementasan ketoprak bertajuk "Sultan Agung: Harga, Tahta, dan Cinta" di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Pertunjukan yang melibatkan para profesional dari sektor keuangan, BUMN, media, dan berbagai profesi tersebut mengangkat kisah perjuangan Sultan Agung Hanyokrokusumo melawan VOC di Batavia sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya dan kegiatan sosial.

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement