SiswI memasukkan sampah plastik ke dalam keranjang bank sampah di SD Sumampir, Cilegon, Banten, Rabu (19/8/2026). Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon mengembangkan edukasi pemilahan sampah sejak dini melalui program Kolaborasi Sekolah Sirkular Ekonomi (KOLASE) yang melibatkan 38 ribu pelajar dan berhasil mereduksi 35 ton sampah senilai Rp58 juta guna mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). (FOTO : ANTARA FOTO/Muhamamd Bagus Khoirunas)
Siswa dan wali murid bekerja bersama memilah sampah yang terkumpul di lingkungan sekolah. Keterlibatan keluarga menjadi bagian penting untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah secara berkelanjutan. (FOTO : ANTARA FOTO/Muhamamd Bagus Khoirunas)
Petugas Forum Bank Sampah Cilegon menimbang sampah yang dikumpulkan siswa. Sampah yang telah dipilah dikumpulkan untuk selanjutnya dikelola. Sampah yang berhasil dipilah diharapkan dapat mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir sekaligus memberi nilai ekonomi dari sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak berguna. (FOTO : ANTARA FOTO/Muhamamd Bagus Khoirunas)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, CILEGON -- Siswa dibantu wali murid memilah sampah di SD Sumampir, Cilegon, Banten, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari edukasi pemilahan sampah sejak dini yang dikembangkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon melalui program Kolaborasi Sekolah Sirkular Ekonomi (KOLASE).
Program tersebut telah melibatkan sekitar 38 ribu pelajar. Dari kegiatan pemilahan dan pengelolaan sampah, sebanyak 35 ton sampah berhasil direduksi dengan nilai mencapai Rp58 juta. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus membangun kebiasaan pengelolaan sampah sejak lingkungan sekolah.
sumber : Antara Foto