Tangan Kreatif Warga Petukangan Utara Ubah Sampah Botol Plastik Jadi Sapu
Kegiatan daur ulang sampah plastik mendatangkan penghasilan tambahan untuk warga.
Rep: Prayogi/ Red: Edwin Dwi Putranto
Warga menyelesaikan pembuatan sapu daur ulang berbahan sampah botol plastik di Pos RT 05/02, Petukangan Utara, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Kegiatan tersebut tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tetapi juga membuka peluang penghasilan tambahan bagi warga melalui penjualan sapu hasil daur ulang. (FOTO : Republika/Prayogi)
Kegiatan pembuatan sapu melibatkan warga RT 05/02 dari berbagai kalangan mulai dari remaja, Ibu-ibu dan Bapak-bapak. Mereka mempelajari proses pembuatannya secara autodidak serta melakukan uji coba secara langsung. (FOTO : Republika/Prayogi)
Sampah botol plastik dikumpulkan secara sukarela dari warga sekitar melalui gerakan sedekah botol. Botol tersebut kemudian dipilah dan diolah menjadi bahan baku pembuatan sapu jalan dan sapu kasur yang memiliki nilai ekonomi. (FOTO : Republika/Prayogi)
Dalam sehari, seorang warga dapat menghasilkan dua hingga tiga sapu. Sapu hasil daur ulang terdiri dari dua jenis, yakni sapu jalan dan sapu kasur yang dijual dengan harga mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 35.000. (FOTO : Republika/Prayogi)
Produk tersebut telah dipasarkan ke sejumlah daerah yaitu Jabodetabek, Sumatera, Bali hingga Sulawesi. Pemasaran produk dilakukan melalui platform belanja daring Shopee untuk memperluas jangkauan pasar. (FOTO : Republika/Prayogi)
Ketua RT 05/02, Saifulloh, berharap sapu hasil produksi warga tersebut dapat memberikan manfaat dan dapat digunakan oleh seluruh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di wilayah Jakarta. (FOTO : Republika/Prayogi)
Warga mencoba sapu daur ulang berbahan sampah botol plastik di Pos RT 05/02, Petukangan Utara, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Warga memanfaatkan botol plastik untuk diolah menjadi sapu jalan dan sapu kasur. (FOTO : Republika/Prayogi)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tumpukan botol plastik yang biasanya berakhir menjadi sampah disulap menjadi barang bernilai guna oleh warga Petukangan Utara, Jakarta Selatan. Berawal dari gerakan sedekah botol, warga RT 05/02 mengumpulkan botol plastik secara sukarela untuk kemudian diolah menjadi sapu jalan dan sapu kasur.
Kegiatan yang telah berjalan sekitar lima bulan tersebut melibatkan berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga ibu dan bapak. Selain membantu mengurangi sampah plastik, kreativitas warga ini juga membuka peluang penghasilan tambahan. Dari sekitar 20 botol plastik ukuran 1,5 liter, warga dapat menghasilkan satu sapu jalan yang kemudian dijual dengan harga Rp25.000 hingga Rp35.000.
Produk buatan warga tersebut bahkan telah dipasarkan ke berbagai daerah, mulai dari Jabodetabek, Sumatera, Bali hingga Sulawesi melalui platform belanja daring. Bagi warga, sampah bukan lagi sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber manfaat dan penghasilan.
sumber : Republika