Prajurit TNI AD menembak sasaran saat puncak Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield 2026 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur), Martapura, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, Senin (7/9/2026). Latihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan tempur dan kemampuan operasi bersama prajurit dari berbagai negara. (FOTO : ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso)
Helikopter AH-64E Apache milik tentara Amerika (US Army) menembak sasaran saat puncak Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield 2026 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) di Martapura, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan. Latihan melibatkan 4.743 personel militer dari 21 negara untuk memperkuat interoperabilitas dan koordinasi dalam pelaksanaan operasi bersama. Negara peserta antara lain Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Jepang, dan Singapura. (FOTO : ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso)
Helikopter AH-64E Apache milik tentara Amerika (US Army) bermanuver saat puncak Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield 2026. Latihan Super Garuda Shield 2026 berlangsung pada 31 Agustus hingga 11 September dan dirancang untuk meningkatkan kesiapan, koordinasi, serta kemampuan pasukan dalam menghadapi berbagai skenario operasi. (FOTO : ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, OKU TIMUR -- Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield 2026 menjadi ajang untuk memperkuat kerja sama dan interoperabilitas militer antarnegara.
Melibatkan 4.743 personel dari 21 negara, latihan ini menghadirkan berbagai skenario operasi bersama, sekaligus menjadi ruang bagi prajurit untuk mengasah kemampuan, koordinasi, dan kesiapan menghadapi beragam tantangan keamanan.
sumber : Antara Foto