Tim SAR gabungan bersama warga melakukan pencarian korban banjir bandang di Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Rabu (23/9/2026). Pencarian difokuskan pada tiga titik di sepanjang aliran material banjir dan sungai terdekat untuk menemukan Agusral (59), yang dilaporkan hilang setelah terseret arus pada Senin (21/9/2026). (FOTO : ANTARA FOTO/Fitra Yogi)
Petugas menyusuri kawasan yang terdampak banjir bandang untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban. Hingga Rabu (23/9), Agusral masih menjadi satu-satunya korban yang dilaporkan hilang setelah satu korban lainnya, Dafi Arrahman (21), ditemukan meninggal dunia sehari sebelumnya. (FOTO : ANTARA FOTO/Fitra Yogi)
Proses pencarian dilakukan di tengah material banjir yang menutupi sejumlah bagian kawasan Arosuka. Tim SAR gabungan terus memperluas penyisiran dengan melibatkan warga setempat, sementara penanganan bencana juga dilakukan melalui pembersihan material dan pemulihan akses yang terdampak. (FOTO : ANTARA FOTO/Fitra Yogi)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, SOLOK -- Banjir bandang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9/2026) malam dan menyebabkan sejumlah warga terdampak. Hingga Rabu (23/9), satu korban, Dafi Arrahman (21), telah ditemukan meninggal dunia, sementara Agusral (59) masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan bersama warga menyisir tiga titik di sepanjang aliran material banjir dan sungai terdekat untuk menemukan korban yang masih hilang.
Pemerintah Kabupaten Solok telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari mulai 22 September 2026. Penanganan di lapangan meliputi pencarian korban, pembersihan material banjir, serta pemulihan akses dan fasilitas yang terdampak. Kementerian Pekerjaan Umum juga melakukan normalisasi alur Batang Baliang untuk memperlancar aliran air dan mengurangi risiko banjir susulan.
sumber : Antara Foto