Selasa 20 Oct 2026 23:00 WIB

Aliran Sungai Cileungsi Menghitam, Sedimentasi Limbah Diduga Jadi Pemicu

Perubahan warna air tersebut terlihat saat debit sungai menyusut.

Red: Edwin Dwi Putranto

Warga melihat kondisi aliran Sungai Cileungsi yang berwarna hitam di kawasan Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026). Perubahan warna air tersebut kembali menjadi perhatian karena terjadi di sungai yang melintasi kawasan permukiman dan industri. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran mengenai kualitas air dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar. (FOTO : ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Aliran Sungai Cileungsi terlihat menghitam saat debit air menyusut di wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyebut sedimentasi limbah yang menumpuk sejak lama menjadi penyebab kondisi tersebut. Ketika hujan tidak turun selama beberapa hari, volume air berkurang sehingga endapan yang berada di dasar sungai lebih terlihat dan memengaruhi warna aliran. (FOTO : ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Kondisi Sungai Cileungsi yang kembali menghitam menyoroti persoalan pengelolaan limbah di kawasan sekitar aliran sungai. Menurut DLH, fenomena tersebut berkaitan dengan endapan limbah lama yang terlihat ketika debit air menurun pada musim kemarau. Pengawasan kualitas air dan pengendalian sumber limbah menjadi penting agar kondisi sungai dapat terus dipantau dan risiko pencemaran terhadap lingkungan dapat diminimalkan. (FOTO : ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Aliran Sungai Cileungsi di kawasan Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali terlihat berwarna hitam, Selasa (20/10/2026). Perubahan warna air tersebut terlihat saat debit sungai menyusut akibat berkurangnya hujan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga terhadap kualitas air sungai yang melintasi kawasan permukiman dan industri tersebut.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyebut sedimentasi limbah yang menumpuk sejak lama menjadi penyebab aliran sungai kembali menghitam ketika debit air menurun. Saat musim kemarau atau hujan tidak turun selama beberapa hari, endapan tersebut lebih terlihat karena volume air berkurang. Kondisi ini kembali menyoroti persoalan pengelolaan limbah dan pentingnya pengawasan kualitas air Sungai Cileungsi.

sumber : Antara Foto
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement