Siswa mengantre menyetorkan sampah plastik dalam program Sangu Sampah di SDN 2 Bendorejo, Trenggalek, Jawa Timur, Jumat (30/10/2026). Program yang menyasar pelajar di seluruh jenjang pendidikan tersebut menjadi sarana edukasi pembentukan karakter peduli lingkungan sekaligus literasi keuangan sejak dini melalui kebiasaan memilah dan mengumpulkan sampah bernilai ekonomi yang dikonversi menjadi poin atau uang saku untuk ditabung. (FOTO : ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)
Siswa memasukkan minyak goreng bekas pakai (jelantah) ke dalam wadah untuk disetorkan melalui program Sangu Sampah di SDN 2 Bendorejo, Trenggalek, Jawa Timur, Jumat (30/10/2026). Program yang menyasar pelajar di seluruh jenjang pendidikan tersebut menjadi sarana edukasi pembentukan karakter peduli lingkungan sekaligus literasi keuangan sejak dini melalui kebiasaan memilah dan mengumpulkan sampah bernilai ekonomi yang dikonversi menjadi poin atau uang saku untuk ditabung. (FOTO : ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)
Siswa bersama wali murid memilah sampah hasil pengumpulan dari pelajar dalam program Sangu Sampah di SDN 2 Bendorejo, Trenggalek, Jawa Timur, Jumat (30/10/2026). Program yang menyasar pelajar di seluruh jenjang pendidikan tersebut menjadi sarana edukasi pembentukan karakter peduli lingkungan sekaligus literasi keuangan sejak dini melalui kebiasaan memilah dan mengumpulkan sampah bernilai ekonomi yang dikonversi menjadi poin atau uang saku untuk ditabung. (FOTO : ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)
inline
TRENGGALEK -- Sampah plastik yang biasanya dianggap tidak bernilai kini menjadi sarana belajar bagi siswa SDN 2 Bendorejo, Trenggalek, Jawa Timur. Melalui program Sangu Sampah, para siswa mengumpulkan dan menyetorkan sampah plastik untuk dikonversi menjadi poin atau uang saku yang dapat ditabung. Kegiatan ini berlangsung di sekolah tersebut, Jumat (30/10/2026).
Program yang menyasar pelajar dari berbagai jenjang pendidikan ini tidak hanya mengajarkan kebiasaan memilah dan mengelola sampah, tetapi juga mengenalkan literasi keuangan sejak dini. Dari kegiatan sederhana tersebut, siswa belajar bahwa menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan dengan kebiasaan menabung dan mengelola uang.
sumber : Antara Foto