Aksi blokade kembali dilakukan para pelajar di sejumlah sekolah menengah atas di Prancis, Senin (2/11/2026), setelah libur musim gugur selama dua pekan. Di Toulouse, para siswa menggunakan tempat sampah untuk menghalangi gerbang SMA Lycee Saint-Sernin. (FOTO : Matthieu RONDEL/AFP)
Aksi serupa berlangsung di SMA Helene Boucher, Paris, ketika para pelajar memblokir pintu masuk sekolah sebagai bentuk protes terhadap kondisi sektor pendidikan. Aksi tersebut merupakan bagian dari gelombang protes pelajar yang berlangsung sejak pertengahan September. Para siswa dan kelompok mahasiswa menuntut perbaikan fasilitas sekolah, penambahan tenaga pengajar, serta perluasan daya tampung perguruan tinggi. (FOTO : MEHDI FEDOUACH/AFP)
Para siswa sekolah terlibat bentrok dengan petugas kepolisian saat mereka memblokade sekolah Lycee Ozenne di Toulouse, Senin (2/11/2026). Pemerintah Prancis sebelumnya telah mengumumkan sejumlah langkah untuk merespons tuntutan tersebut. Di antaranya rencana renovasi sekolah dengan anggaran empat miliar euro, penambahan 15 ribu tempat di perguruan tinggi, pembatasan jumlah siswa dalam kelas, serta perubahan sistem penerimaan mahasiswa secara bertahap hingga 2028. (FOTO : Matthieu RONDEL/AFP)
Meski kembali berlangsung di sejumlah kota, skala blokade pada Senin tercatat lebih kecil dibandingkan gelombang aksi sebelum libur sekolah. Data awal Kementerian Pendidikan Prancis menyebutkan sebanyak 41 sekolah atau sekitar satu persen dari total sekolah menengah di negara itu terdampak blokade maupun percobaan pemblokiran. (FOTO : MEHDI FEDOUACH/AFP)
Para siswa sekolah menggelar aksi dengan memblokade sekolah Lycee Ozenne di Toulouse, Senin (2/11/2026). Aksi ini merupakan bagian dari blokade berskala nasional yang menuntut pemerintah melakukan perbaikan sektor pendidikan dan pendidikan tinggi. (FOTO : Matthieu RONDEL/AFP)
inline
PRANCIS -- Aksi blokade kembali dilakukan para pelajar di sejumlah sekolah menengah atas di Prancis, Senin (2/11/2026), setelah libur musim gugur selama dua pekan. Di Toulouse, para siswa menggunakan tempat sampah untuk menghalangi gerbang SMA Lycee Saint-Sernin. Aksi serupa berlangsung di SMA Helene Boucher, Paris, ketika para pelajar memblokir pintu masuk sekolah sebagai bentuk protes terhadap kondisi sektor pendidikan.
Aksi tersebut merupakan bagian dari gelombang protes pelajar yang berlangsung sejak pertengahan September. Para siswa dan kelompok mahasiswa menuntut perbaikan fasilitas sekolah, penambahan tenaga pengajar, serta perluasan daya tampung perguruan tinggi. Mereka juga mempersoalkan sistem penerimaan mahasiswa Parcoursup yang dinilai belum memberikan kesempatan secara adil bagi seluruh calon mahasiswa.
Pemerintah Prancis sebelumnya telah mengumumkan sejumlah langkah untuk merespons tuntutan tersebut. Di antaranya rencana renovasi sekolah dengan anggaran empat miliar euro, penambahan 15 ribu tempat di perguruan tinggi, pembatasan jumlah siswa dalam kelas, serta perubahan sistem penerimaan mahasiswa secara bertahap hingga 2028. Namun, kelompok pelajar menilai langkah tersebut belum cukup menjawab persoalan yang mereka hadapi.
Meski kembali berlangsung di sejumlah kota, skala blokade pada Senin tercatat lebih kecil dibandingkan gelombang aksi sebelum libur sekolah. Data awal Kementerian Pendidikan Prancis menyebutkan sebanyak 41 sekolah atau sekitar satu persen dari total sekolah menengah di negara itu terdampak blokade maupun percobaan pemblokiran. Pemerintah pun meminta para siswa kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar, sementara kelompok pelajar berjanji melanjutkan tekanan melalui aksi protes berikutnya.
sumber : AFP