Para santri yang tergabung dalam Aliansi Santri Membela Kiai (Asmak) mengikuti aksi ‘Bela Kiai’ yang digelar di Alun- alun Simpang Tujuh, Kudus, kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (8/2). Mereka mendesak agar Fadli Zon menghentikan sikapnya yang dinilai mencela kiai. (FOTO : Republika/Bowo Pribadi)
Para santri yang tergabung dalam Aliansi Santri Membela Kiai (Asmak) mengikuti aksi ‘Bela Kiai’ yang digelar di Alun- alun Simpang Tujuh, Kudus, kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (8/2). Mereka mendesak agar Fadli Zon menghentikan sikapnya yang dinilai mencela kiai. (FOTO : Republika/Bowo Pribadi)
Para santri yang tergabung dalam Aliansi Santri Membela Kiai (Asmak) mengikuti aksi ‘Bela Kiai’ yang digelar di Alun- alun Simpang Tujuh, Kudus, kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (8/2). Mereka mendesak agar Fadli Zon menghentikan sikapnya yang dinilai mencela kiai. (FOTO : Republika/Bowo Pribadi)
Para santri yang tergabung dalam Aliansi Santri Membela Kiai (Asmak) mengikuti aksi ‘Bela Kiai’ yang digelar di Alun- alun Simpang Tujuh, Kudus, kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (8/2). Mereka mendesak agar Fadli Zon menghentikan sikapnya yang dinilai mencela kiai. (FOTO : Republika/Bowo Pribadi)
Para santri yang tergabung dalam Aliansi Santri Membela Kiai (Asmak) mengikuti aksi ‘Bela Kiai’ yang digelar di Alun- alun Simpang Tujuh, Kudus, kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (8/2). Mereka mendesak agar Fadli Zon menghentikan sikapnya yang dinilai mencela kiai. (FOTO : Republika/Bowo Pribadi)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS -- Para santri yang menamakan diri Aliansi Santri Membela Kiai (Asmak) mengikuti aksi ‘Bela Kiai’ yang digelar di Alun- alun Simpang Tujuh, Kudus, kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (8/2).
Mereka menyayangkan sikap Fadli Zon terkait dengan puisinya yang berjudul 'Doa yang Tertukar' dan mendesak untuk menghentikan sikapnya yang dinilai mencela kiai.