Ahad 15 Dec 2019 10:40 WIB

Menko Polhukam Mahfud MD Buka Mukernas V PPP

.

Rep: Nawir Arsyad Akbar, Risky Andrianto/ Red: Yogi Ardhi

Menkopolhukam Mahfud MD (kanan) disaksikan Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa (kedua kanan) dan Sekjen DPP PPP Arsul Sani (ketiga kanan) secara simbolis memukul gong sebagai tanda pembukaan Musyawarah Kerja Nasional ke-V PPP, di Jakarta, Sabtu (14/12/2019). (FOTO : Antara/Risky Andrianto)

Menkopolhukam Mahfud MD berikan pidato kebangsaan pada pembukaan Musyawarah Kerja Nasional ke-V PPP, di Jakarta, Sabtu (14/12/2019). (FOTO : Antara/Risky Andrianto)

Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa berikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Kerja Nasional ke-V PPP, di Jakarta, Sabtu (14/12/2019). (FOTO : Antara/Risky Andrianto)

Sekjen DPP PPP Arsul Sani (kanan) berbincang dengan Menkopolhukam Mahfud MD (kiri) disela acara pembukaan Musyawarah Kerja Nasional ke-V PPP, di Jakarta, Sabtu (14/12/2019). (FOTO : Antara/Risky Andrianto)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD membuka musyawarah kerja nasional (Mukernas) V Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Usai acara tersebut, ia berharap tak ada lagi dualisme pada internal partai berlambang Kakbah itu.

"Sebaiknya islah, tidak ada lagi status hukum yang direbut, udah selesai PPP itu. Ini (PPP Muktamar Pondok Gede) yang punya. Yang lainnya dianggap tidak ada menurut hukum," ujar Mahfud di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (14/12).

Ia menyayangkan dualisme yang terjadi pada partai berlambang Ka'bah itu. Sebab, hal tersebut justru membuat PPP terpuruk pada pemilihan umum (Pemilu) 2019, dengan hanya memperoleh sebanyak 19 kursi di DPR.

 

sumber : Republika, Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement