Jumat 08 Jan 2021 14:41 WIB

Setahun Kematian Soleimani, Iran Memburu Donald Trump

Iran telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Trump.

Foto: AP/Reuters/Aljazairah
Setahun kematian Soleimani, Iran memburu Donald Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, Tepat pada 3 Januari tahun lalu, AS melancarkan serangan drone yang menewaskan jenderal ternama Iran Qassem Soleimani. Setahun setelah kematian Soleimani, ancaman demi ancaman pembalasan terus dilancarkan Teheran ke Paman Sam. Berikut catatan penting setahun setelah kematian Soleimani.

Sosok Jenderal Soleimani

Soleimani adalah komandan Garda Revolusi Iran yang menjadi operator penting kebijakan militer Iran di luar negeri. Ia memainkan peranan penting dalam perang di Suriah, dan mendukung presiden Assad.

Respons Iran

Selepas pembunuhan Soleimani pada 3 Januari 2020 lalu, Iran melancarkan serangan ke misi AS di Irak. Namun salah satu serangan Iran justru menembak jatuh pesawat sipil Ukraina dengan 178 penumpang dan awak. Iran mengonfirmasi kesalahan itu, tapi tak menghentikan langkah untuk membalas AS.

Langkah hukum Iran

Iran mengambil langkah hukum dengan menggugat Presiden AS Donald Trump di pengadilan. Kepala Mahkamah Agung Iran  Ebrahim Raisi menegaskan, Iran akan melanjutkan gugatan ini meski jabatan Trump berakhir pada 20 Januari nanti. Iran juga menyalahkan perusahaan keamanan berbasis di Inggris G4S yang dianggap berperan dalam pembunuhan tersebut.

Perintah Penangkapan Trump

Pada Juni lalu, Iran telah mengeluarkan surat penangkapan terhadap Trump atas pembunuhan Soleimani ke Interpol. Namun pihak interpol menolak karena enggan mencampuri urusan politik.

AS Kirim Pesawat Bomber

Pesawat bomber strategis Amerika Serikat (AS) terbang di atas Teluk untuk kedua kalinya pada Desember 2020. Washington mengatakan langkah Rabu (30/12) itu untuk mencegah Iran menyerang warga atau sekutu AS di Timur Tengah.

Ancaman Perang

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, Kamis (31/12) menuduh Presiden AS Donald Trump berusaha mengarang dalih untuk menyerang Iran, dan mengatakan Teheran akan membela diri dengan paksa.

sumber : AP/Reuters/Aljazairah
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement