Jumat 27 Aug 2021 16:49 WIB

Aksesori Berbahan Kantong Semen Bekas

UMKM tersebut memproduksi berbagai aksesori berbahan dasar kantong semen bekas. .

Red: Mohamad Amin Madani

Pekerja memotong kantong semen bekas yang telah diberi motif untuk dibuat tas di UMKM HeyStartic di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (27/8/2021). UMKM binaan BRI tersebut memproduksi berbagai aksesori berbahan dasar kantong semen bekas seperti tas, dompet, sepatu, dan berbagai aksesori lainnya yang dijual berkisar Rp50 ribu-Rp350 ribu per buah. (FOTO : ANTARA/Zabur Karuru)

Pendiiri sekaligus pemilik UMKM Hey Startic Vania Santoso berpose dengan tas yang berbahan dasar kantong semen bekas di UMKM HeyStartic di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (27/8/2021). UMKM binaan BRI tersebut memproduksi berbagai aksesori berbahan dasar kantong semen bekas seperti tas, dompet, sepatu, dan berbagai aksesori lainnya yang dijual berkisar Rp50 ribu-Rp350 ribu per buah. (FOTO : ANTARA/Zabur Karuru)

Pekerja menata tas berbahan dasar kantong semen di UMKM HeyStartic di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (27/8/2021). UMKM binaan BRI tersebut memproduksi berbagai aksesori berbahan dasar kantong semen bekas seperti tas, dompet, sepatu, dan berbagai aksesori lainnya yang dijual berkisar Rp50 ribu-Rp350 ribu per buah. (FOTO : ANTARA/Zabur Karuru)

Pekerja menyelesaikan jahitan tas dari kantong semen bekas yang telah diberikan motif di UMKM HeyStartic di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (27/8/2021). UMKM binaan BRI tersebut memproduksi berbagai aksesori berbahan dasar kantong semen bekas seperti tas, dompet, sepatu, dan berbagai aksesori lainnya yang dijual berkisar Rp50 ribu-Rp350 ribu per buah. (FOTO : ANTARA/Zabur Karuru)

inline

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA -- Pekerja memotong kantong semen bekas yang telah diberi motif untuk dibuat tas di UMKM HeyStartic di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (27/8/2021).

UMKM binaan BRI tersebut memproduksi berbagai aksesori berbahan dasar kantong semen bekas seperti tas, dompet, sepatu, dan berbagai aksesori lainnya yang dijual berkisar Rp50 ribu-Rp350 ribu per buah.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement