Sabtu 10 Feb 2024 22:10 WIB

Miris, Sekolah Besamo Hanya Miliki Enam Murid yang Aktif

Sekolah Besamo yang secara resmi menginduk pada SDN 49 Bungku.

Red: Tahta Aidilla

Anak dari kelompok masyarakat adat Suku Batin Sembilan melihat ke luar jendela dari dalam ruang kelas Sekolah Besamo sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar di kawasan restorasi ekosistem Hutan Harapan, Bungku, Batanghari, Jambi, Sabtu (10/2/2024). Sekolah Besamo yang secara resmi menginduk pada SDN 49 Bungku sejak 2010 dan saat ini hanya memiliki 6 murid aktif dari 25 murid terdaftar tersebut merupakan sekolah khusus yang dibangun untuk memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak Suku Batin Sembilan yang mendiami kawasan restorasi ekosistem Hutan Harapan setempat. (FOTO : ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Guru Puput (kanan) menjelaskan mata pelajaran berhitung kepada seorang anak dari kelompok masyarakat adat Suku Batin Sembilan Nisa (kiri) di ruang kelas Sekolah Besamo, kawasan restorasi ekosistem Hutan Harapan, Bungku, Batanghari, Jambi, Sabtu (10/2/2024). Sekolah Besamo yang secara resmi menginduk pada SDN 49 Bungku sejak 2010 dan saat ini hanya memiliki 6 murid aktif dari 25 murid terdaftar tersebut merupakan sekolah khusus yang dibangun untuk memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak Suku Batin Sembilan yang mendiami kawasan restorasi ekosistem Hutan Harapan setempat. (FOTO : ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

inline

REPUBLIKA.CO.ID,  BATANGHARI. --  Ruang kelas Sekolah Besamo sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar di kawasan restorasi ekosistem Hutan Harapan, Bungku, Batanghari, Jambi, Sabtu (10/2/2024).

Sekolah Besamo yang secara resmi menginduk pada SDN 49 Bungku sejak 2010 dan saat ini hanya memiliki 6 murid aktif dari 25 murid terdaftar tersebut merupakan sekolah khusus yang dibangun untuk memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak Suku Batin Sembilan yang mendiami kawasan restorasi ekosistem Hutan Harapan setempat.

 

sumber : ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement