Warga mengangkut galon berisi air bersih yang diambil dari sumber mata air Sumur Bendung di Gunung Batur, Kota Cilegon, Banten, Rabu (15/7/2026). Warga di kawasan perbukitan tersebut mengalami kesulitan memperoleh air bersih sejak sebulan terakhir akibat kekeringan pada musim kemarau, sehingga harus berjalan kaki sekitar satu kilometer menyusuri jalan setapak untuk mengambil air dari sumber mata air di kawasan hutan. (FOTO : ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Kemarau berkepanjangan membuat debit sejumlah sumber air di kawasan perbukitan Cilegon terus menurun. Kondisi ini memaksa warga mencari sumber air alternatif yang masih mengalir di kawasan hutan. (FOTO : ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Meski harus menempuh perjalanan yang cukup jauh, warga tetap antre dengan tertib mengambil air. Air tersebut digunakan untuk memasak, minum, mandi, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. (FOTO : ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Krisis air bersih menjadi tantangan yang hampir setiap tahun dihadapi sebagian wilayah perbukitan saat musim kemarau. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan infrastruktur penyediaan air bersih di daerah rawan kekeringan. (FOTO : ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, CILEGON -- Kemarau yang berkepanjangan tak hanya mengeringkan tanah, tetapi juga mengubah rutinitas warga di kawasan perbukitan Gunung Batur, Kota Cilegon, Banten. Sejak sebulan terakhir, krisis air bersih memaksa mereka berjalan kaki sekitar satu kilometer melewati jalan setapak menuju sumber mata air di kawasan hutan.
sumber : Antara Foto