REPUBLIKA.CO.ID, NAGAN RAYA -- Keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan semangat siswa SMPN Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, untuk tetap belajar. Bangunan pasar tradisional di Desa Blang Puuk, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, kini dimanfaatkan sebagai ruang kelas sekolah darurat.
Sebanyak 97 siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di bangunan tersebut yang dibagi menjadi tiga ruang kelas. Kondisi ini menjadi pilihan sementara setelah bangunan sekolah mereka terdampak bencana dan belum dapat digunakan secara normal.
Para siswa tetap menjalani proses pembelajaran di tengah keterbatasan sambil menunggu kepastian pembangunan sekolah permanen dari pemerintah. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya memang telah mengupayakan fasilitas sekolah darurat agar aktivitas pendidikan siswa di wilayah terdampak bencana tidak terhenti.
Ruang kelas sederhana di bangunan pasar itu menjadi pengingat bahwa bagi para siswa, sekolah bukan sekadar bangunan. Di tengah kondisi yang serba terbatas, kegiatan belajar tetap dijalankan demi menjaga keberlanjutan pendidikan mereka.