Kamis 03 Sep 2026 20:01 WIB

Pasar Tradisional Jadi Ruang Kelas Darurat Puluhan Siswa di Nagan Raya

Bangunan pasar digunakan sambil menunggu kepastian pembangunan sekolah permanen.

Red: Edwin Dwi Putranto

Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar di bangunan pasar tradisional yang dimanfaatkan sebagai ruang kelas sekolah darurat SMPN Beutong Ateuh Banggalang, Desa Blang Puuk, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Kamis (3/9/2026). Bangunan tersebut digunakan sementara setelah fasilitas sekolah sebelumnya tidak dapat digunakan akibat bencana. (FOTO : ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Bangunan pasar tradisional yang dimanfaatkan untuk ruang kelas sekolah darurat SMPN Beutong Ateuh Banggalang Desa Blang Puuk, Kecamatan Nagan Raya, Aceh. Sebanyak 97 siswa SMPN Beutong Ateuh Banggalang menggunakan fasilitas tersebut secara bergantian untuk mengikuti proses pembelajaran. (FOTO : ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Para siswa tetap mengikuti pelajaran meski belajar di bangunan pasar yang disulap menjadi sekolah darurat. Mereka masih menunggu kepastian pembangunan sekolah permanen dari pemerintah agar dapat kembali belajar di ruang kelas yang lebih layak. (FOTO : ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, NAGAN RAYA -- Keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan semangat siswa SMPN Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, untuk tetap belajar. Bangunan pasar tradisional di Desa Blang Puuk, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, kini dimanfaatkan sebagai ruang kelas sekolah darurat.

Sebanyak 97 siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di bangunan tersebut yang dibagi menjadi tiga ruang kelas. Kondisi ini menjadi pilihan sementara setelah bangunan sekolah mereka terdampak bencana dan belum dapat digunakan secara normal.

Para siswa tetap menjalani proses pembelajaran di tengah keterbatasan sambil menunggu kepastian pembangunan sekolah permanen dari pemerintah. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya memang telah mengupayakan fasilitas sekolah darurat agar aktivitas pendidikan siswa di wilayah terdampak bencana tidak terhenti.

Ruang kelas sederhana di bangunan pasar itu menjadi pengingat bahwa bagi para siswa, sekolah bukan sekadar bangunan. Di tengah kondisi yang serba terbatas, kegiatan belajar tetap dijalankan demi menjaga keberlanjutan pendidikan mereka.

sumber : Antara Foto
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement