Kamis 03 Sep 2026 23:01 WIB

Kampung Bayur Serang Diduga Tercemar Limbah B3, 12 Sampel Diuji

Polda Banten periksa dugaan limbah B3 di Kampung Bayur .

Red: Edwin Dwi Putranto

Pengendara motor melintas di dekat lokasi yang diduga tercemar limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Potasium-40 di Kampung Bayur, Desa Nambo Udik, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (3/9/2026). Polda Banten menyatakan hasil deteksi awal kualitas udara dan tingkat radiasi di lokasi masih terpantau aman di angka 0,05 mikroSievert per jam, sementara 12 sampel material telah diambil untuk diuji di laboratorium guna memastikan karakteristik kandungan Potasium-40 (K-40). (FOTO : ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Polda Banten sebelumnya melakukan pemeriksaan di tiga titik dengan luas sekitar 90 meter persegi, 150 meter persegi, dan 160 meter persegi menggunakan peralatan untuk mendeteksi bahan kimia dan radioaktif. Pemeriksaan dilakukan sebagai respons atas laporan masyarakat mengenai keberadaan material yang diduga mengandung K-40. (FOTO : ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Foto udara area persawahan yang diduga tercemar limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Potasium-40 di Kampung Bayur, Desa Nambo Udik, Kabupaten Serang. Sebanyak 12 sampel material telah diambil untuk diuji di laboratorium guna memastikan karakteristik dan kandungan K-40. Hasil uji laboratorium diperlukan untuk memastikan kondisi material serta dugaan pencemaran di kawasan tersebut. (FOTO : ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Petugas melakukan pemeriksaan di lokasi yang diduga tercemar limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Kampung Bayur, Desa Nambo Udik, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (3/9/2026). Pemeriksaan dilakukan menyusul temuan kandungan Potasium-40 (K-40) pada sejumlah material di lokasi tersebut.

Polda Banten menyatakan hasil deteksi awal kualitas udara dan tingkat radiasi di lokasi masih terpantau aman, yakni sekitar 0,05 mikroSievert per jam. Meski demikian, temuan K-40 pada beberapa material masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan karakteristik dan kandungannya.

Tim telah mengambil 12 sampel material untuk diuji di laboratorium. Pengujian tersebut dilakukan guna memastikan kandungan material sekaligus mengetahui apakah temuan tersebut berkaitan dengan dugaan pencemaran di kawasan tersebut.

Pemeriksaan dan pengambilan sampel menjadi langkah awal untuk memastikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi. Polda Banten menegaskan temuan K-40 pada sejumlah sampel belum serta-merta dapat disimpulkan sebagai pencemaran radioaktif sehingga hasil uji laboratorium masih dinantikan.

sumber : Antara Foto
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement