Pelari para Indonesia Karisma Evi Tiarani berfoto bersama papan catatan waktu rekor dunianya usai finis pada final 100 meter T63 Asian Para Games 2026 di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Aichi, Jepang, Rabu (21/10/2026). Tiarani berhasil meraih medali emas usai finis pada urutan pertama dengan catatan waktu 14,59 detik serta membukukan catatan rekor dunia menurut laman resmi Asian Para Games 2026. (FOTO : ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Atlet boccia Indonesia Felix Ardi Yudha (tengah), didampingi kompatriotnya Gischa Zayana (kanan) dan Handayani (kiri), menunjukkan medali emas yang diraihnya pada Asian Para Games 2026 di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Rabu (21/10/2026). (FOTO : ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Pelari para Indonesia Karisma Evi Tiarani (tengah) beradu cepat pada final 100 meter T63 Asian Para Games 2026 di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Aichi, Jepang, Rabu (21/10/2026). Tiarani berhasil meraih medali emas usai finis pada urutan pertama dengan catatan waktu 14,59 detik serta membukukan catatan rekor dunia menurut laman resmi Asian Para Games 2026. (FOTO : ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Atlet Boccia Indonesia Gischa Zayana (kiri) melemparkan bola saat bertanding melawan atlet Boccia Hong Kong Hiu Lam Yeung (kanan) pada final Individual BC2 putri Boccia Asian Para Games 2026 di Rainbow Hall General Stadium Nagoya, Aichi, Jepang, Rabu (21/10/2026). Gischa berhasil merah medali emas setelah menang dengan skor 6-5. (FOTO : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
Atlet Boccia Indonesia Handayani (kiri) melempar bola saat bertanding melawan atlet Boccia Malaysia Angeline Melissa pada final Individual BC1 putri Boccia Asian Para Games 2026 di Rainbow Hall General Stadium Nagoya, Aichi, Jepang, Rabu (21/10/2026). Handayani berhasil meraih medali emas setelah menang dengan skor 5-4. (FOTO : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
Pelari para Indonesia Karisma Evi Tiarani membentangkan bendera Merah Putih usai finis pada final 100 meter T63 Asian Para Games 2026 di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Aichi, Jepang, Rabu (21/10/2026). Tiarani berhasil meraih medali emas usai finis pada urutan pertama dengan catatan waktu 14,59 detik serta membukukan catatan rekor dunia menurut laman resmi Asian Para Games 2026. (FOTO : ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, NAGOYA -- Kontingen Indonesia menambah raihan medali emas pada Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, Rabu (21/10/2026), melalui penampilan gemilang atlet para atletik dan boccia. Karisma Evi Tiarani meraih emas nomor lari 100 meter T63 dengan catatan waktu 14,59 detik sekaligus memecahkan rekor dunia. Sementara itu, tiga medali emas dari cabang boccia dipersembahkan oleh Handayani pada nomor tunggal putri BC1, Felix Ardi Yudha pada tunggal putra BC2, dan Gischa Zayana pada tunggal putri BC2.
Keberhasilan tersebut diraih melalui persaingan ketat di arena pertandingan. Handayani mengalahkan atlet Malaysia dengan skor 5-4, Felix menundukkan wakil Thailand Phakphum Linchum dengan skor 5-3, sedangkan Gischa menang tipis 6-5 atas atlet Hong Kong. Perolehan empat emas dari atletik dan boccia ini menambah catatan prestasi Merah Putih sekaligus menunjukkan perjuangan atlet-atlet Indonesia dalam bersaing di tingkat Asia.
sumber : Antara Foto