Ahad 25 Oct 2026 20:30 WIB

Krisis Air Bersih di Trenggalek Berdampak pada 43 Ribu Jiwa

krisis air bersih melanda 14 kecamatan dan 67 desa di Trenggalek.

Red: Edwin Dwi Putranto

Relawan Keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje) menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Desa Kedungsigit, Trenggalek, Jawa Timur, Ahad (25/10/2026). Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan. (FOTO : ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

Warga menerima bantuan air bersih yang disalurkan relawan Kauje di Desa Kedungsigit, Trenggalek. Krisis air bersih di wilayah tersebut menjadi bagian dari persoalan yang lebih luas, dengan 14 kecamatan dan 67 desa terdampak. (FOTO : ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

Penyaluran bantuan air bersih oleh relawan Kauje turut mendukung upaya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek menjangkau warga terdampak. Berdasarkan data BPBD setempat, krisis air bersih di Kabupaten Trenggalek telah berdampak pada lebih dari 43.000 jiwa. (FOTO : ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

inline

TRENGGALEK -- Krisis air bersih masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Relawan dari Keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje) menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Desa Kedungsigit, Ahad (25/10/2026), untuk membantu memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, krisis air bersih telah melanda 14 kecamatan dan 67 desa, dengan dampak terhadap lebih dari 43.000 jiwa.

Di tengah terbatasnya ketersediaan air, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga. Penyaluran oleh para relawan juga mendukung upaya BPBD menjangkau masyarakat di wilayah terdampak, agar kebutuhan dasar seperti air untuk keperluan rumah tangga tetap terpenuhi.

sumber : Antara Foto
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement