WASHINGTON -- Ribuan orang memadati kawasan National Mall, dekat Washington Monument, Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (24/10/2026) waktu setempat. Musik hardcore punk menggema di ruang terbuka. Penonton melompat, menari, membentuk mosh pit, hingga melakukan crowd surfing. Di tengah energi panggung dan riuh kerumunan, vokalis Turnstile, Brendan Yates, mengibarkan bendera Palestina.
Momen tersebut menjadi salah satu bagian dari konser gratis yang diperkirakan dihadiri sekitar 60.000 orang. Namun, pertunjukan band asal Baltimore itu bukan sekadar pertemuan musisi dan penggemarnya. Turnstile menjadikan panggung di dekat salah satu monumen ikonik Amerika Serikat tersebut sebagai ruang untuk menggalang bantuan bagi masyarakat Palestina, Sudan, dan Lebanon.
Antusiasme penonton terlihat dari padatnya kawasan konser. Bahkan, setelah area pertunjukan mencapai kapasitas, akses masuk ditutup dan sebagian penonton menyaksikan penampilan dari luar pagar pembatas. Di tengah kerumunan, musik berenergi tinggi terus menghidupkan suasana hingga pertunjukan berakhir.
Di balik kemeriahan konser, ada tujuan lain yang ingin dibawa Turnstile. Bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan Human Concern International, band tersebut membuka penggalangan dana untuk membantu masyarakat yang terdampak krisis di Palestina, Sudan, dan Lebanon. Bantuan yang direncanakan mencakup kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, layanan medis, dan tempat tinggal.
Dana yang terkumpul melampaui target awal sebesar 150.000 dolar AS. Pada 25 Oktober, jumlah donasi yang dilaporkan telah melewati 221.000 dolar AS. Capaian tersebut memperlihatkan bagaimana kehadiran puluhan ribu penggemar dapat turut mendukung upaya kemanusiaan.
Di tengah penampilan, Yates menyampaikan pesan tentang hubungan musik dengan kehidupan di luar panggung. Ia mengatakan, musik tidak hanya mencerminkan seniman yang memainkannya, tetapi juga orang-orang, dunia, penderitaan, dan kebahagiaan yang ada di sekitarnya.
Yates kemudian mengajak penonton menyuarakan, “Free Palestine! Free Sudan! Free Lebanon!”. Ia juga menyerukan agar pesan tersebut terdengar hingga Gedung Putih, yang berada tidak jauh dari lokasi konser.
Bagi Turnstile, kepedulian melalui musik bukan hal yang sepenuhnya baru. Pada 2025, band ini pernah menggelar konser gratis di Baltimore untuk mengumpulkan dana bagi organisasi yang membantu warga tunawisma. Pertunjukan di Washington DC melanjutkan upaya tersebut dalam skala yang lebih besar, dengan menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan di Palestina, Sudan dan Lebanon.