Rabu 28 Oct 2026 10:58 WIB

Momen Brendan Yates Kibarkan Bendera Palestina di Konser Amal Turnstile

Turnstile gelar konser galang dana bantuan bagi Palestina, Sudan, dan Lebanon.

Red: Edwin Dwi Putranto

Vokalis band Turnstile, Brendan Yates mengibarkan bendera Palestina saat Turnstile tampil di Washington Monument, Washington DC, Sabtu (24/10/2026) waktu setempat. Aksi tersebut menjadi salah satu momen dalam konser gratis yang digelar untuk menggalang dana bantuan kemanusiaan bagi Palestina, Sudan, dan Lebanon. (FOTO : Anna Moneymaker/Getty Images/AFP)

Di tengah ribuan orang yang memadati kawasan National Mall di dekat Washington Monument, vokalis Turnstile, Brendan Yates, memimpin seruan, Free Palestine! Free Sudan! Free Lebanon! yang disambut penonton. (FOTO : Anna Moneymaker/Getty Images/AFP)

Konser amal Turnstile tampil di Washington Monument berlangsung meriah dengan penonton yang memenuhi area terbuka di sekitar monumen. Musik berenergi tinggi mengiringi penonton yang menari, membentuk mosh pit, hingga melakukan crowd surfing. Sekitar 60.000 orang diperkirakan hadir dalam pertunjukan yang menjadi bagian dari rangkaian tur Amerika Utara Turnstile tersebut. (FOTO : Anna Moneymaker/Getty Images/AFP)

Turnstile bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan Human Concern International untuk menghimpun donasi yang akan disalurkan bagi upaya bantuan di Palestina, Sudan, dan Lebanon. Dana yang terkumpul dilaporkan melampaui 220.000 dolar AS, jauh di atas target awal penggalangan dana. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan kemanusiaan, termasuk pangan, air, layanan medis, dan tempat tinggal. (FOTO : Anna Moneymaker/Getty Images/AFP)

Di tengah penampilan, Yates mengajak penonton memandang musik sebagai bagian dari kepedulian terhadap dunia di sekitar mereka. Ia menyampaikan bahwa musik tidak hanya mencerminkan musisi yang memainkannya, tetapi juga masyarakat, penderitaan, dan kebahagiaan yang mengiringi kehidupan. (FOTO : Anna Moneymaker/Getty Images/AFP)

Ribuan warga menyaksikan konser band Turnstile di Washington Monument, Washington DC, Sabtu (24/10/2026) waktu setempat. Konser Turnstile di Washington Monument memperlihatkan bagaimana sebuah pertunjukan musik dapat menjadi ruang untuk menggalang bantuan dan menyampaikan pesan kemanusiaan. (FOTO : Anna Moneymaker/Getty Images/AFP)

Vokalis band Turnstile, Brendan Yates mengibarkan bendera Palestina saat Turnstile tampil di Washington Monument, Washington DC, Sabtu (24/10/2026) waktu setempat. Turnstile menggelar konser gratis untuk menggalang dana bantuan bagi Palestina, Sudan, dan Lebanon. (FOTO : Anna Moneymaker/Getty Images/AFP)

inline

WASHINGTON -- Ribuan orang memadati kawasan National Mall, dekat Washington Monument, Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (24/10/2026) waktu setempat. Musik hardcore punk menggema di ruang terbuka. Penonton melompat, menari, membentuk mosh pit, hingga melakukan crowd surfing. Di tengah energi panggung dan riuh kerumunan, vokalis Turnstile, Brendan Yates, mengibarkan bendera Palestina.

Momen tersebut menjadi salah satu bagian dari konser gratis yang diperkirakan dihadiri sekitar 60.000 orang. Namun, pertunjukan band asal Baltimore itu bukan sekadar pertemuan musisi dan penggemarnya. Turnstile menjadikan panggung di dekat salah satu monumen ikonik Amerika Serikat tersebut sebagai ruang untuk menggalang bantuan bagi masyarakat Palestina, Sudan, dan Lebanon.

Antusiasme penonton terlihat dari padatnya kawasan konser. Bahkan, setelah area pertunjukan mencapai kapasitas, akses masuk ditutup dan sebagian penonton menyaksikan penampilan dari luar pagar pembatas. Di tengah kerumunan, musik berenergi tinggi terus menghidupkan suasana hingga pertunjukan berakhir.

Di balik kemeriahan konser, ada tujuan lain yang ingin dibawa Turnstile. Bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan Human Concern International, band tersebut membuka penggalangan dana untuk membantu masyarakat yang terdampak krisis di Palestina, Sudan, dan Lebanon. Bantuan yang direncanakan mencakup kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, layanan medis, dan tempat tinggal.

Dana yang terkumpul melampaui target awal sebesar 150.000 dolar AS. Pada 25 Oktober, jumlah donasi yang dilaporkan telah melewati 221.000 dolar AS. Capaian tersebut memperlihatkan bagaimana kehadiran puluhan ribu penggemar dapat turut mendukung upaya kemanusiaan.

Di tengah penampilan, Yates menyampaikan pesan tentang hubungan musik dengan kehidupan di luar panggung. Ia mengatakan, musik tidak hanya mencerminkan seniman yang memainkannya, tetapi juga orang-orang, dunia, penderitaan, dan kebahagiaan yang ada di sekitarnya.

Yates kemudian mengajak penonton menyuarakan, “Free Palestine! Free Sudan! Free Lebanon!”. Ia juga menyerukan agar pesan tersebut terdengar hingga Gedung Putih, yang berada tidak jauh dari lokasi konser. 

Bagi Turnstile, kepedulian melalui musik bukan hal yang sepenuhnya baru. Pada 2025, band ini pernah menggelar konser gratis di Baltimore untuk mengumpulkan dana bagi organisasi yang membantu warga tunawisma. Pertunjukan di Washington DC melanjutkan upaya tersebut dalam skala yang lebih besar, dengan menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan di Palestina, Sudan dan Lebanon.

sumber : AFP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement