JAKARTA -- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada Rabu (28/10/2026) berlangsung dengan beragam kegiatan di sejumlah daerah. Dari upacara di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, hingga permainan tradisional di Palu, semangat persatuan diwariskan melalui cara yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Tahun ini, peringatan mengusung tema Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia.
Di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, sejumlah siswa mengikuti upacara yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan. Tempat bersejarah tersebut kembali menjadi ruang untuk mengenang ikrar para pemuda pada 1928, yang menyatukan tekad untuk bertanah air, berbangsa, dan berbahasa satu, Indonesia. Nilai persatuan itu menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa turut ditentukan oleh kepedulian dan peran generasi mudanya.
Semangat tersebut juga hadir dalam peringatan yang melibatkan penyandang disabilitas. Di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, sebanyak 160 siswa dari lima sekolah luar biasa (SLB) swasta mengikuti upacara yang diinisiasi Paguyuban Pegiat Disabilitas Tasikmalaya. Teks Sumpah Pemuda dibacakan menggunakan huruf Braille, memberi ruang bagi siswa tunanetra untuk ikut terlibat dalam peringatan nasional tersebut.
Kegiatan itu tidak hanya bertujuan menanamkan patriotisme dan mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga mendorong kesetaraan bagi penyandang disabilitas. Partisipasi mereka menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa semangat kebangsaan dapat dirasakan dan diwujudkan oleh semua warga, tanpa terkecuali.
Di Kota Tangerang, Banten, ratusan pemuda dan pemudi mengikuti peringatan Sumpah Pemuda di Alun-alun Ahmad Yani. Suasana semakin semarak dengan penampilan tari Ratoh Jaroe. Perpaduan kegiatan kebangsaan dan seni budaya tersebut menjadi salah satu cara untuk mendekatkan generasi muda dengan kekayaan budaya Indonesia sekaligus merawat kebersamaan.
Sementara itu, peringatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diwujudkan melalui aksi yang menyentuh kebutuhan sehari-hari. Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) setempat menyediakan layanan ganti oli dan servis sepeda motor gratis bagi 500 pengemudi ojek daring. Program ini ditujukan untuk meringankan beban ekonomi para pengemudi yang mengandalkan kendaraan sebagai penunjang pekerjaan.
Bagi para pengemudi ojek daring, kondisi kendaraan yang terawat merupakan bagian penting dari aktivitas mencari nafkah. Melalui layanan tersebut, peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak hanya berlangsung dalam seremoni, tetapi juga diisi dengan kepedulian terhadap kelompok pekerja yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
Di Palu, Sulawesi Tengah, sejumlah murid sekolah dasar mengikuti lomba permainan tradisional Hadang di kawasan Museum Sulawesi Tengah. Kegiatan yang digelar UPT Museum dan Taman Budaya Sulawesi Tengah itu bertujuan melestarikan warisan budaya daerah sekaligus mengenalkan permainan tradisional kepada generasi muda.
Permainan yang mengandalkan gerak, strategi, dan kerja sama tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar berinteraksi sekaligus mengenal budaya daerahnya. Di tengah perkembangan permainan digital, kegiatan semacam ini turut menjaga agar warisan budaya tetap dikenal dan dimainkan oleh generasi berikutnya.
Beragam kegiatan di Jakarta, Tasikmalaya, Tangerang, Bogor, dan Palu memperlihatkan bahwa semangat Sumpah Pemuda dapat diwujudkan melalui banyak cara. Mulai dari mengenang sejarah, membuka ruang bagi penyandang disabilitas, merawat kesenian, membantu pekerja, hingga melestarikan permainan tradisional, semuanya berangkat dari kepedulian terhadap sesama dan bangsa.