Pekerja mengoperasikan ekskavator untuk membuka kembali akses jalan lintas Peureulak, Aceh Timur–Pining, Gayo Lues, di Desa Lokop, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur, Aceh, Rabu (28/10/2026). Perbaikan dilakukan setelah bencana hidrometeorologi pada 25 November 2025 menyebabkan longsor di sejumlah titik jalur penghubung antarkabupaten tersebut. (FOTO : ANTARAFOTO/Akramul Muslim)
Alat berat dikerahkan untuk menangani material longsor dan memperbaiki badan jalan yang terputus di jalur Peureulak–Pining, Aceh. Pekerjaan ini menjadi upaya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Aceh untuk memulihkan akses transportasi di wilayah terdampak bencana. (FOTO : ANTARAFOTO/Akramul Muslim)
Pekerja memperbaiki infrastruktur jalan lintas Peureulak, Aceh Timur–Pining, Gayo Lues, guna mendukung pemulihan konektivitas antarkabupaten. Selain memperlancar perjalanan masyarakat, perbaikan badan jalan dan saluran air di bahu jalan diharapkan membantu kelancaran distribusi barang serta kebutuhan pokok ke wilayah terdampak. (FOTO : ANTARAFOTO/Akramul Muslim)
inline
ACEH -- Pekerja mengoperasikan ekskavator untuk membuka kembali akses jalan lintas Peureulak, Aceh Timur–Pining, Gayo Lues, di Desa Lokop, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur, Aceh, Rabu (28/10/2026).
Perbaikan dilakukan pada sejumlah titik longsor akibat bencana hidrometeorologi pada 25 November 2025, termasuk badan jalan yang terputus dan saluran air di bahu jalan. Upaya ini ditujukan untuk memulihkan konektivitas antarkabupaten, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung distribusi barang dan kebutuhan pokok ke wilayah terdampak.
sumber : Antara Foto