Jumat 06 Dec 2019 08:02 WIB

Kisah Dari Balik Jeruji Besi (2)

.

Rep: Dziki Oktomauliyadi/ Red: Yogi Ardhi

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah lanjut usia memanfaatkan waktu luang untuk membaca ayat suci Alquran di Lapas Kelas II A Serang, Banten. (FOTO : Dziki Oktomauliyadi/Antara)

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) saat belajar mengaji di Lapas Kelas II A Serang. (FOTO : Dziki Oktomauliyadi/Antara)

Seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti belajar membaca Alquran di Lapas Kelas II A Serang, Banten. (FOTO : Dziki Oktomauliyadi/Antara)

Seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menempelkan sidik jari sebagai salah satu syarat dokumen jelang pembebasan di Lapas Kelas II A Serang, Banten. (FOTO : Dziki Oktomauliyadi/Antara)

Seorang Warga Binaan Pemasyarakatan berjalan melewati pintu keluar setelah dinyatakan bebas karena telah selesai menjalani masa hukuman di Lapas Kelas II A Serang, Banten. (FOTO : Dziki Oktomauliyadi/Antara)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Penjara tak sekadar menjadi lokasi menjalani hukuman badan bagi para pelaku kejahatan, tetapi bisa menjadi tempat mereka mendapatkan hidayah menjadi pribadi yang lebih baik. 

Setelah mendapatkan semua pelatihan dan aneka kegiatan, warga binaan diharapkan memiliki keterampilan untuk hidup mandiri. Ujian sebenarnya bagi warga binaan dimulai pada langkah pertama mereka melewati pintu keluar penjara menuju kebebasan, yakni apakah bekal keterampilan dan latihan yang didapatkan selama ini akan diterapkan dalam lembaran kehidupan mereka yang baru? Jawaban itu ada di dalam hati dan sanubari masing-masing warga binaan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement