Senin 12 Oct 2026 20:11 WIB

Jarak Pandang di Bawah 3.000 Meter, Pesawat Belum Bisa Mendarat di Ternate

Kabut asap karhutla ganggu penerbangan di Bandara Ternate.

Red: Edwin Dwi Putranto

Seorang penumpang tertidur di area terminal keberangkatan di Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara, Senin (12/10/2026). Kepala Pelaksana Bandara Sultan Babullah Zainal Abidin mengatakan sejumlah penerbangan dari Jakarta, Makassar, dan Manado yang dilayani maskapai Batik Air, Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Lion Air belum dapat mendarat di Ternate akibat terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (FOTO : ANTARA FOTO/Andri Saputra)

Pesawat Wings Air terparkir di Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara. Sejumlah pesawat dari Jakarta, Makassar, dan Manado dilaporkan belum dapat mendarat karena jarak pandang di kawasan bandara berada di bawah 3.000 meter. (FOTO : ANTARA FOTO/Andri Saputra)

Sejumlah penumpang menunggu informasi di terminal keberangkatan di Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara, Senin (12/10/2026). Gangguan ini menunjukkan dampak karhutla yang tidak hanya dirasakan di wilayah terdampak kebakaran, tetapi juga dapat menjalar ke sektor transportasi udara dan menghambat mobilitas masyarakat. (FOTO : ANTARA FOTO/Andri Saputra)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, TERNATE -- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Halmahera dan Papua mengganggu operasional penerbangan di Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara, Senin (12/10/2026). Sejumlah pesawat dari Jakarta, Makassar, dan Manado dilaporkan belum dapat mendarat karena jarak pandang di kawasan bandara berada di bawah 3.000 meter.

Kondisi tersebut membuat penumpang menunggu informasi terkait penerbangan mereka. Gangguan ini menunjukkan dampak karhutla yang tidak hanya dirasakan di wilayah terdampak kebakaran, tetapi juga dapat menjalar ke sektor transportasi udara dan menghambat mobilitas masyarakat.

sumber : Antara Foto
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement