Selasa 03 Nov 2026 16:06 WIB

Mengasah Kekuatan, Menjemput Mimpi di Arena Angkat Besi

70 atlet muda ikuti kejuaraan angkat besi pelajar DKI Jakarta 2026.

Rep: Thoudy Badai/ Red: Edwin Dwi Putranto

Peserta mengikuti Kejuaraan Angkat Besi Pelajar Provinsi DKI Jakarta 2026 di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP), Ragunan, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Sebanyak 70 atlet kelompok usia 11 dan 14 tahun ambil bagian dalam kompetisi yang digelar pada 2-4 November tersebut. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Kompetisi ini menjadi ruang bagi para pelajar untuk menguji kemampuan sekaligus mengukur hasil latihan yang selama ini mereka jalani. Bagi atlet usia dini, pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri dan mental kompetisi. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Melalui gerakan snatch, para lifter ditantang mengangkat barbel langsung dari lantai hingga melewati kepala dalam satu rangkaian gerakan. Teknik tersebut membutuhkan koordinasi, kecepatan, keseimbangan, dan kekuatan tubuh. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Tidak hanya mengandalkan kekuatan otot, olahraga angkat besi juga membutuhkan ketepatan teknik dan konsentrasi. Setiap gerakan harus dilakukan dengan benar agar angkatan dapat dinyatakan sah oleh juri. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Dalam nomor clean and jerk, atlet harus melewati dua tahapan untuk menyelesaikan angkatan. Barbel terlebih dahulu diangkat hingga posisi bahu sebelum didorong ke atas kepala dengan kedua tangan. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Proses pembinaan atlet angkat besi membutuhkan latihan yang terarah dan pendampingan berkelanjutan. Pengenalan teknik yang tepat sejak usia dini menjadi salah satu fondasi untuk mengembangkan kemampuan para lifter muda. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Kejuaraan ini juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengenal suasana kompetisi dan belajar menghadapi tekanan pertandingan. Pengalaman tersebut diharapkan membantu mereka semakin matang dalam mengembangkan kemampuan olahraga. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Penyelenggaraan kompetisi melibatkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Pengurus Provinsi Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (Pengprov PABSI) DKI Jakarta. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga pelajar. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Melalui kejuaraan ini, kemampuan para atlet muda dapat dipantau sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam proses pembinaan. Ajang tersebut juga membuka kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan potensi dan kemampuan terbaiknya. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Dari arena pertandingan di Ragunan, harapan untuk melahirkan atlet angkat besi berprestasi terus dibangun. Ketekunan berlatih, keberanian mencoba, dan semangat untuk terus berkembang menjadi bekal para pelajar dalam merintis perjalanan menuju prestasi olahraga. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

inline

JAKARTA -- Sebanyak 70 atlet muda mengikuti Kejuaraan Angkat Besi Pelajar Provinsi DKI Jakarta 2026 di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP), Ragunan, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Kejuaraan yang berlangsung pada 2-4 November tersebut diikuti pelajar kelompok usia 11 dan 14 tahun sebagai bagian dari upaya pembinaan atlet angkat besi sejak dini.

Bagi para peserta, kejuaraan ini menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan, menguji kekuatan, dan merasakan pengalaman bertanding. Melalui kompetisi tersebut, para atlet muda diharapkan semakin termotivasi mengembangkan potensi dan merintis langkah menuju prestasi di cabang olahraga angkat besi.

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement