Selasa 03 Nov 2026 18:00 WIB

Ekspor Lebih Tinggi dari Impor, Neraca Perdagangan RI Surplus 3,36 Miliar Dolar AS

Neraca perdagangan Indonesia pada September 2026 surplus 3,36 miliar dolar AS.

Rep: Prayogi/ Red: Edwin Dwi Putranto

Aktivitas bongkar muat peti kemas berlangsung di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Senin (2/11/2026). Di tengah aktivitas perdagangan internasional tersebut, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar 3,36 miliar dolar AS pada September 2026. Nilai ekspor mencapai 27,59 miliar dolar AS, sedangkan impor sebesar 24,23 miliar dolar AS. (FOTO : Republika/Prayogi)

Kinerja ekspor Indonesia pada September 2026 tumbuh 11,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut terutama ditopang ekspor nonmigas yang mencapai 26,64 miliar dolar AS atau naik 12,39 persen. Sementara itu, ekspor migas tercatat sebesar 950 juta dolar AS, turun 0,99 persen secara tahunan. (FOTO : Republika/Prayogi)

Sejumlah komoditas unggulan menjadi pendorong peningkatan ekspor nonmigas. BPS mencatat ekspor lemak dan minyak hewani atau nabati meningkat 89,04 persen secara tahunan. Ekspor tembaga dan barang daripadanya juga melonjak 165,97 persen, sedangkan mesin dan perlengkapan elektrik tumbuh 24,37 persen. (FOTO : Republika/Prayogi)

Dari sisi pasar tujuan, Tiongkok, Amerika Serikat, dan India masih menjadi kontributor utama ekspor nonmigas Indonesia. Sepanjang Januari hingga September 2026, nilai ekspor nonmigas ke Tiongkok mencapai 54,17 miliar dolar AS. Angka tersebut memperlihatkan besarnya peran pasar Asia dalam perdagangan luar negeri Indonesia. (FOTO : Republika/Prayogi)

Di sisi lain, nilai impor Indonesia pada September 2026 meningkat 18,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Impor nonmigas mencapai 20,96 miliar dolar AS, sedangkan impor migas sebesar 3,27 miliar dolar AS. Pertumbuhan impor yang lebih tinggi dibandingkan ekspor membuat surplus perdagangan menyusut dari 3,55 miliar dolar AS pada Agustus menjadi 3,36 miliar dolar AS pada September 2026. (FOTO : Republika/Prayogi)

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026 masih mencatat surplus sebesar 10,61 miliar dolar AS. Namun, capaian tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 33,54 miliar dolar AS. Bank Indonesia menilai surplus perdagangan yang berlanjut tetap menjadi penopang ketahanan eksternal perekonomian nasional. (FOTO : Republika/Prayogi)

inline

JAKARTA -- Aktivitas bongkar muat peti kemas berlangsung di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Senin (2/11/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada September 2026 mengalami surplus sebesar 3,36 miliar dolar AS. Capaian tersebut ditopang nilai ekspor yang mencapai 27,59 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan impor sebesar 24,23 miliar dolar AS.

Surplus ini menunjukkan nilai barang dan jasa yang dijual Indonesia ke luar negeri masih lebih besar dibandingkan pembelian dari negara lain. 

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement