Siswa mengolah sisa makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 6 Tasikmalaya, Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (12/10/2026). Sisa makanan tersebut dikumpulkan dan dicampur dengan limbah organik kantin sekolah untuk diolah menjadi pakan maggot serta pakan ternak ayam dan ikan melalui program kokurikuler yang telah berjalan sejak 2025. (FOTO : ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Siswa memanfaatkan hasil pengolahan limbah organik untuk mendukung budidaya maggot serta pakan ternak ayam dan ikan di SMAN 6 Tasikmalaya, Jawa Barat. Pemanfaatan sisa makanan MBG tersebut menjadi salah satu upaya sekolah mengurangi sampah makanan sekaligus mengubah limbah yang masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna. (FOTO : ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Siswa mengikuti kegiatan pengolahan sisa makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 6 Tasikmalaya, Jawa Barat. Melalui program kokurikuler sejak 2025, siswa belajar memahami pengelolaan sampah organik dan pemanfaatannya secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kebiasaan mengurangi sampah makanan serta kepedulian terhadap lingkungan sejak di bangku sekolah. (FOTO : ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak selalu berakhir di tempat sampah. Di SMAN 6 Tasikmalaya, Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, siswa mengolah sisa makanan tersebut menjadi pakan maggot serta pakan ternak ayam dan ikan, Senin (12/10/2026). Limbah makanan MBG dicampur dengan limbah organik kantin sekolah untuk dimanfaatkan kembali.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program kokurikuler sejak 2025 ini mengajak siswa memahami bahwa sampah makanan masih memiliki nilai guna jika dikelola dengan tepat. Selain membantu mengurangi timbunan sampah, praktik tersebut memperkenalkan pemanfaatan limbah organik sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan yang lebih ramah lingkungan di sekolah.
sumber : Antara Foto